Rabu, 02 Mei 2012

'Dewi' bukanlah hanya sebuah nama

Saya adalah seorang anak yang mulai beranjak dewasa dengan segala sesuatu penuh cinta didalamnya. cinta dari tuhan, kedua orang tua, saudara kandung, saudara besar, sahabat, teman, dan kekasih layaknya remaja katakan.
Saya adalah anak perempuan dari 3 bersaudara yang dilahirkan secara normal pada tanggal 25 april 1991 dengan sempurna alhamdulilah. sempurna dalam artian disini adalah sebagai salah satu ungkapan rasa syukur saya kepada Sang Maha Kuasa yang telah menciptakan saya dengan begitu indah.

saya katakan indah bukan karena saya bangga dg fisik saya, tapi saya bangga serta bahagia dg kedua orang tua saya yang memberikan nama begitu indah setelah hampir 9 bulan sampai saya dilahirkan mereka baru memiliki sebuah nama untuk seorang anak lelaki. sampai akhirnya lahir lah seorang anak dengan jenis kelamin perempuan yaitu saya. tidak ada kekecewaan ataupun kesedihan karena ternyta tidak sesuai, namun kegembiraan yang terlihat dari orang tua saya saat itu yang terlukiskan dengan nama yg diberikan kepada saya. "DEWI" adalah nama depan saya. apa yang bisa anda pikirkan setelah mendengar nama tersebut? wanita, cantik, pujaan, dikasihi, dihormati. itu adalah beberapa persepsi sejenak setelah mendengar nama tersebut. yaaa, itu mengapa saya mengatakan mereka begitu bahagia mendapati seorang anak perempuan untuk kedua kalinya. 

Saya ingin bercerita mengenai kisah kenapa saya akhirnya diberikan nama tersebut. Ibunda tercinta saya lahir dilampung dan menghabiskan masa kecilnya dikota tersebut, dengan 7 bersaudara yang didominasi oleh wanita dalam keluarga tersebut. mereka mempunyai nama panggilan masing-masing. namun dari semua anak hanya ibu saya yang memiliki nama panggilan cukup menyimpang dari nama aslinya. nama panggilan tersebut diberikan berdasarkan pada sikap dan sifat ibunda yang begitu bijaksana, penuh pendirian, cantik, cerdas, dan disegani oleh kaum lelaki maupun wanita dikotanya seperti layaknya seorang dewi kayangan yang terkenal di legenda. akhirnya nama panggilan tersebut terkenal dikotanya pada saat itu, ibunda begitu bangga sampai akhirnya di berikanlah nama tersebut kepada saya putri kedua nya. buat saya nama tersebut bukanlah hanya sebuah nama, namun sebagai doa, acuan, motivasi dan pengharapan besar oleh kedua orang tua agar kelak saat seorang anak tersebut beranjak dewasa maka bisa mengikuti jejak ibundanya. 

Sebagai perempuan yang saat ini menginjak umur 21, saya semakin mengerti bagaimana ibunda mempertahankan nama tersebut dengan perilaku dan inerbeauty nya.
terimakasih bunda ayah yang telah memberikan saya nama begitu indah, saya akan berusaha menjadi yang diharapkan sehingga dapat menjadi kebanggan keluarga maupun masyarakat disekitar saya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar